Jumpa
kembali dengan saya
Pada Kesempatan kali
ini akan saya jabarkan koneksi antar materi pada modul 2.1 yaitu Pembelajaran
Untuk Memenuhi Kebutuhan Belajar Murid yaitu Pembelajaran Berdiferensiasi
Buatlah kesimpulan tentang apa yang dimaksud dengan pembelajaran
berdiferensiasi dan bagaimana hal ini dapat dilakukan di kelas.
Pembelajaran
diferensiasi adalah pembelajaran di mana guru menyampaikan pembelajaran dengan
menyesuaikan kondisi murid dari sisi kesiapan murid, gaya belajar, minat, dan
profil belajar murid. Sehingga guru meyakini bahwa setiap murid dilahirkan
berbeda dan guru tidak bisa menerapakan gaya pembelajaran yang dia kendaki dan
guru perlu memandang bahwa murid memiliki kodrat yag berbeda-beda, dan mereka
unik satu sama lainnya.
Setiap murid tentu
memiliki pengetahuan awal yang ia miliki, sebagai seorang guru kita perlu
memahami apakah pengetahuan awal dari murid sesuai, dengan hal pengetahuan dan
keterampilan yang akan diajarkan, sehingga guru perlu mengetahui kesiapan
belajar murid. Murid memiliki minat yang berbeda beda ada yang minat matematika,
sains, olahraga, bahasa, budaya, minat yang bermacammacam ini perlu dipadukan
oleh guru menjadi pemetaan proses belajar yang beraneka macam yang nantikan
akan diberikan kepada murid. Ciri pembelajaran berdiferensiasi yang paling
mendasar buat saya adalah pembelajaran ini memiliki diferensiasi proses, konten
dan produk. Murid diharapkan mampu belajar sesuai dengan diferensiasi yang
sudah disediakan oleh guru dalam pembelajaran.
Pada akhirnya nanti
guru dapat mengelola kelas untuk memenuhi kebutuhan murid secara individu, guru
juga diharapkan mengetahui profil belajar murid dari latar belakang murid,
lingkungan, cara belajar, perkembangan keterampilan, sebagai bahan dasar
informasi yang dapat membantu guru untuk menyusun rencana pembelajaran secara
efektif.
Ada anggapan bahwa
murid “bodoh” dari bahan sumber bacaan yang diperoleh bahwa tidak dapat kita
katakan murid itu bodoh namun murid ternyata belum siap untuk melaksanakan
pembelajaran . bagaimana pembelajaran diferensiasi dapat diterapkan di dalam
kelas? Tentunya guru harus melakukan beberapa langkah berikut :
1.
Menentukan tujuan belajar, tentukan tujuan
pembelajaran yang akan dicapai setelah dari proses pembelajaran selesai. Guru juga
harus mempu menerjemakan kata kerja yang akan diharapkan dapat dicapai oleh
siswa. Disinilah akan ada perbedaan tujuan pembelajaran dalam satu materi untuk
setiap satuan pendidikan, mengapa karena tujuan pembelajaran juga lahir dari
pemetaan kesiapan belajar siswa. Tentunya harus digali dari informasi
pendahuluan sebelum menetapkan tujuan pembelajaran.
2.
Menentukan pemetaan belajar murid. Ada hal yang baru
yang saya dapatkan dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) berdiferensiasi.
Dimana saya meilihat bahwa di RPP berdiferensiasi
adalah cakupan pemetaan belajar murid, ada gaya belajar murid, minat murid yang
sudah dipetakan lalu ada diferensiasi proses, konten dan produk yang akan
dipetakan untuk menjawab perbedaan profil murid.
3.
Menentukan penilaian yang akan digunakan. Jelas sekali
penilaian adalah bentuk atau cara dan upaya guru mengetahui apakah proses
pembelajaran yang diuapayakan oleh guru berhasil ataupun tidak, penilaian ini
termasuk penilaian formatif. Kemudian ada bentuk penilaian sumatif dimana akan
diketahui bahwa apakah siswa telah atau tidak berhasil dapat proses
pembelajaran yang dilakukan. Penilaian tidak semata akan menghasilkan sebuah
nilai namun nilai itu akan bermakna terhadap
proses pembelajaran yang berkelanjutan.
4.
Menentukan kegiatan pembelajaran, setelah ditetapkan bentuk
dan rencana penilaian, maka akan bermuara pada kegiatan pembelajaran yang telah
disusun sesuai dengan rencana. Guru juga perlu melakukan refleksi diri
berdasarkan penilaian formatifg yang telah dilakukan. Apakah ada strategi
pembelajaran yang perlu untuk dirubah ataukah tidak.
Jelaskan bagaimana pembelajaran berdiferensiasi dapat memenuhi kebutuhan
belajar murid dan membantu mencapai hasil belajar yang optimal. Jelaskan
pula bagaimana Anda melihat kaitan antara materi dalam modul ini dengan modul
lain di Program Pendidikan Guru Penggerak.

Jelas sekali bahwa pembelajaran berdiferensiasi dapat memenuhi kebutuhan belajar murid dan membantu mencapai hasil belajar yang optimal mengapa karena apasih kebuhan belajar murid? Tentunya kita perlukan melakukan pemetaan atas kebutuhan belajar murid, melalui pembelajaran diferensiasi kita akan mengetahui cara jitu akan startegi yang akan dilaksanakan untuk menjawab kebutuhan belajar murid. Bagaimana cara mengetahui akan kebutuhan belajar murid diantara sebagai berikut :
1. Menganalisa hasil capaian nilai siswa pada waktu sebelumnya.
2. Berkomunikasi dengan guru mata pelajaran lainya dan termasuk dengan guru bimbingan konseling
3. Melakukan survei dengan menggunakan angket pengamatan dan survei diri murid
4. Mewawancarai murid
5. Berkomunikasi dengan orang tua
Adapun hasil perolehan data awal siswa akan disajikan pada tabel hasil asesmen awal atau asesmen diagnostik. Perlu diingat bahwa asesmen diagnostik perlu dilakukan secara periodik. Mengapa hal ini perlu dilakukan karen murid cendrung berubah sewaktu-waktu.
Pada akhirnya setelah dilakukan pemetaan murid maka guru tentunya akan merencanakan suatu upaya jitu untuk melaksanakan proses pembelajaran yang berdiferensiasi sesuai dengan kebutuhan murid, dan pada kahirnya akan menghasilkan pembelajaran secara optimal.
Kemudian apa kaitannya modul pembelajaran berdiferensiasi dengan modul guru penggerak lainnya. Akan saya jelaskan sebagai berikut:
|
Modul 2.1 Pembelajaran
Berdiferensiasi
|
|
Kaitannya dengan
modul Guru Penggerak
|
|
1.1 Fiosofi
Pembelajaran Ki Hadjar Dewantara
|
1.2 Nilai-Nilai dan
Peran Guru Penggerak
|
1.3 Visi Guru
Penggerak
|
1.4 Budaya Positif
|
|
Fiosofi
Pembelajaran Ki Hadjar Dewantara menegaskan bahwa pendidikan harus berpihak
pada murid. Hal ini selaras dengan pembelajaran berdiferensiasi, dimana
pembelajaran berorientasi kepada kebutuhan murid
|
Dalam
memetakan kebutuhan belajar murid dibutuhan guru yang memiliki nilai
reflektif terhadap proses pembelajaran yang sudah dilaluinya bersama murid;
harus inovatif membuat media pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan murid;
dan harus mampu berkolaborasi dengan murid, sesama guru, dan orang tua murid
untuk mendapatkan informasi tentang karakter belajar murid.
|
Guru
Penggerak memiliki Visi untuk melakukan perubahan positif pada pembelajaran
yang berpihak pada murid. melalui strategi pendekatan Inquiry Apresiatif,
guru akan menemukan kekuatan yang dimilikinya untuk mewujudkan VISI tentang
murid impiannya.
|
Dalam
pembelajaran berdiferensiasi, guru memiliki peran yang sangat penting dalam
membentuk atmosfer lingkungan yang positif. Lingkungan yang positif terwujud
karena adanya budaya positif yang lahir dari disiplin internal dalam
komunitas belajar.
|