Senin, 12 September 2022

2.1.a.8. Koneksi Antar Materi - Modul 2.1 Pembelajaran Untuk Memenuhi Kebutuhan Belajar Murid

 Jumpa kembali dengan saya

Pada Kesempatan kali ini akan saya jabarkan koneksi antar materi pada modul 2.1 yaitu Pembelajaran Untuk Memenuhi Kebutuhan Belajar Murid yaitu Pembelajaran Berdiferensiasi

Buatlah kesimpulan tentang apa yang dimaksud dengan pembelajaran berdiferensiasi dan bagaimana hal ini dapat dilakukan di kelas.

Pembelajaran diferensiasi adalah pembelajaran di mana guru menyampaikan pembelajaran dengan menyesuaikan kondisi murid dari sisi kesiapan murid, gaya belajar, minat, dan profil belajar murid. Sehingga guru meyakini bahwa setiap murid dilahirkan berbeda dan guru tidak bisa menerapakan gaya pembelajaran yang dia kendaki dan guru perlu memandang bahwa murid memiliki kodrat yag berbeda-beda, dan mereka unik satu sama lainnya.

Setiap murid tentu memiliki pengetahuan awal yang ia miliki, sebagai seorang guru kita perlu memahami apakah pengetahuan awal dari murid sesuai, dengan hal pengetahuan dan keterampilan yang akan diajarkan, sehingga guru perlu mengetahui kesiapan belajar murid. Murid memiliki minat yang berbeda beda ada yang minat matematika, sains, olahraga, bahasa, budaya, minat yang bermacammacam ini perlu dipadukan oleh guru menjadi pemetaan proses belajar yang beraneka macam yang nantikan akan diberikan kepada murid. Ciri pembelajaran berdiferensiasi yang paling mendasar buat saya adalah pembelajaran ini memiliki diferensiasi proses, konten dan produk. Murid diharapkan mampu belajar sesuai dengan diferensiasi yang sudah disediakan oleh guru dalam pembelajaran.

Pada akhirnya nanti guru dapat mengelola kelas untuk memenuhi kebutuhan murid secara individu, guru juga diharapkan mengetahui profil belajar murid dari latar belakang murid, lingkungan, cara belajar, perkembangan keterampilan, sebagai bahan dasar informasi yang dapat membantu guru untuk menyusun rencana pembelajaran secara efektif.

Ada anggapan bahwa murid “bodoh” dari bahan sumber bacaan yang diperoleh bahwa tidak dapat kita katakan murid itu bodoh namun murid ternyata belum siap untuk melaksanakan pembelajaran . bagaimana pembelajaran diferensiasi dapat diterapkan di dalam kelas? Tentunya guru harus melakukan beberapa langkah berikut :

1.    Menentukan tujuan belajar, tentukan tujuan pembelajaran yang akan dicapai setelah dari proses pembelajaran selesai. Guru juga harus mempu menerjemakan kata kerja yang akan diharapkan dapat dicapai oleh siswa. Disinilah akan ada perbedaan tujuan pembelajaran dalam satu materi untuk setiap satuan pendidikan, mengapa karena tujuan pembelajaran juga lahir dari pemetaan kesiapan belajar siswa. Tentunya harus digali dari informasi pendahuluan sebelum menetapkan tujuan pembelajaran.

2.    Menentukan pemetaan belajar murid. Ada hal yang baru yang saya dapatkan dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) berdiferensiasi. Dimana saya meilihat bahwa di RPP  berdiferensiasi adalah cakupan pemetaan belajar murid, ada gaya belajar murid, minat murid yang sudah dipetakan lalu ada diferensiasi proses, konten dan produk yang akan dipetakan untuk menjawab perbedaan profil murid.

3.    Menentukan penilaian yang akan digunakan. Jelas sekali penilaian adalah bentuk atau cara dan upaya guru mengetahui apakah proses pembelajaran yang diuapayakan oleh guru berhasil ataupun tidak, penilaian ini termasuk penilaian formatif. Kemudian ada bentuk penilaian sumatif dimana akan diketahui bahwa apakah siswa telah atau tidak berhasil dapat proses pembelajaran yang dilakukan. Penilaian tidak semata akan menghasilkan sebuah nilai namun nilai itu akan bermakna  terhadap proses pembelajaran yang berkelanjutan.

4.    Menentukan kegiatan pembelajaran, setelah ditetapkan bentuk dan rencana penilaian, maka akan bermuara pada kegiatan pembelajaran yang telah disusun sesuai dengan rencana. Guru juga perlu melakukan refleksi diri berdasarkan penilaian formatifg yang telah dilakukan. Apakah ada strategi pembelajaran yang perlu untuk dirubah ataukah tidak.  

Jelaskan bagaimana pembelajaran berdiferensiasi dapat memenuhi kebutuhan belajar murid dan membantu mencapai hasil belajar yang optimal. Jelaskan pula bagaimana Anda melihat kaitan antara materi dalam modul ini dengan modul lain di Program Pendidikan Guru Penggerak.


 

 

Jelas sekali bahwa pembelajaran berdiferensiasi dapat memenuhi kebutuhan belajar murid dan membantu mencapai hasil belajar yang optimal mengapa karena apasih kebuhan belajar murid? Tentunya kita perlukan melakukan pemetaan atas kebutuhan belajar murid, melalui pembelajaran diferensiasi kita akan mengetahui cara jitu akan startegi yang akan dilaksanakan untuk menjawab kebutuhan belajar murid. Bagaimana cara mengetahui akan kebutuhan belajar murid  diantara sebagai berikut :

1.    Menganalisa hasil capaian nilai siswa pada waktu sebelumnya.

2.    Berkomunikasi dengan guru mata pelajaran lainya dan termasuk dengan guru bimbingan konseling

3.    Melakukan survei dengan menggunakan angket pengamatan dan survei diri murid

4.    Mewawancarai murid

5.    Berkomunikasi dengan orang tua

Adapun hasil perolehan data awal siswa akan disajikan pada tabel hasil asesmen awal atau asesmen diagnostik. Perlu diingat bahwa asesmen diagnostik perlu dilakukan secara periodik. Mengapa hal ini perlu dilakukan karen murid cendrung berubah sewaktu-waktu.

Pada akhirnya setelah dilakukan pemetaan murid maka guru tentunya akan merencanakan suatu upaya jitu untuk melaksanakan proses pembelajaran yang berdiferensiasi sesuai dengan kebutuhan murid, dan pada kahirnya akan menghasilkan pembelajaran secara optimal.

Kemudian apa kaitannya modul pembelajaran berdiferensiasi dengan modul guru penggerak lainnya. Akan saya jelaskan sebagai berikut:


Modul 2.1 Pembelajaran Berdiferensiasi

Kaitannya dengan modul Guru Penggerak

1.1 Fiosofi Pembelajaran Ki Hadjar Dewantara

1.2 Nilai-Nilai dan Peran Guru Penggerak

1.3 Visi Guru Penggerak

1.4 Budaya Positif

Fiosofi Pembelajaran Ki Hadjar Dewantara menegaskan bahwa pendidikan harus berpihak pada murid. Hal ini selaras dengan pembelajaran berdiferensiasi, dimana pembelajaran berorientasi kepada kebutuhan murid

 

Dalam memetakan kebutuhan belajar murid dibutuhan guru yang memiliki nilai reflektif terhadap proses pembelajaran yang sudah dilaluinya bersama murid; harus inovatif membuat media pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan murid; dan harus mampu berkolaborasi dengan murid, sesama guru, dan orang tua murid untuk mendapatkan informasi tentang karakter belajar murid.

 

Guru Penggerak memiliki Visi untuk melakukan perubahan positif pada pembelajaran yang berpihak pada murid. melalui strategi pendekatan Inquiry Apresiatif, guru akan menemukan kekuatan yang dimilikinya untuk mewujudkan VISI tentang murid impiannya.

 

Dalam pembelajaran berdiferensiasi, guru memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk atmosfer lingkungan yang positif. Lingkungan yang positif terwujud karena adanya budaya positif yang lahir dari disiplin internal dalam komunitas belajar.


 

 


2 komentar: