Selasa, 05 Desember 2023

Digitalisasi

Digital merupakan sebuah kata yang tidak asing lagi dengan kita saat ini, betapa banyak kata digital sering kita temui ditengah zaman media sosial saat ini. Bahkan kita sebagai manusia telah beralih dari yang awalnya serba harus portofolio dengan dokumen yang seabrek abrek namun saat ini semua data disimpan dalam bentuk digital dan data tersebut dapat sewaktu waktu diakses kapan dan dimana saja. banyak kemudahan yang diperoleh semenjak adanya digitalisasi data. Bahkan pelayanan masyarakat saat ini sudah mulai beralih dari proses manual menjadi digital. 

Lalu apa dampak negatifnya bagi kehidupan kita terkait data digitalisasi saat ini, tentu kemampuan saya menganalisa kelemahan atau kekurangan terkait tentang digitalisasi mungkin sangat minim sekali, mungin hanya 2 yaitu 1. kerahasiaan data atau privasi data tidak kita miliki lagi, secara sukarela kita memberikan data yang ingin kita digitalkan atau diupload dalam cloud, sehingga bisa jadi adanya indikasi kebocoran data akan tersebar di mana-mana sehingga dengan gambang pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab dapat memanfaatkan data kita menjadi source yang mudah diambil atau disalahgunakan.

Adapun kelemahan yang kedua adalah kita harus menyediakan tempat, dan alokasi dana khusus untuk mempersiapkan keamanan yang lebih untuk menjaga data kita. walaupun saat ini penyedia layanan gratis untuk penyimpanan data namun mereka membatasi jumlah data yang mampu disimpan dan keamanan belum sepenuhnya terjamin, karena ada sejumlah kasus peretasan data yang terjadi.

Prospek usaha penyimpanan data secara berbayar tentunya menjadi usaha yang menjanjikan di masa mendatang, dan tentu usaha ini memerlukan investasi yang membutuhkan biaya yang sangat besar. dan saya mendambakan bahwa data penduduk Indonesia dapat dikelola oleh bangsa kita sendiri dan tidak lagi perlu pengelola data pihak asing atau bangsa luar. karena dapat dipastikan dimasa mendatang adalah negara yang kuat adalah negara yang memiliki sumber data yang kuat dan hebat.

   


Sabtu, 02 Desember 2023

"Sertifikat Tidak Menjamin"

 Ada seorang pemilik mobil, ya bisa dikategorikan mobil tersebut adalah mobil mewah. Ruangan mobil tersebut sangat rapih bersih dan wangi, dan juga dilengkapi dengan sound system yang keren. yang anehnya ketika pemilik mobil itu masuk kedalam mobil, ternyata mobil itu tidak bisa berjalan ya karena si pemiliki mobil tidak menginjak pedal gasnya, bsa jadi ia tidak bisa mengemudikan mobil, atau apalah namanya sehingga mobil tersebut tidak dapat berjalan.

lalu diujung seberang jalan ada mobil yang terlihat biasa-biasa saja, bukan mobil mewah namun ia dikendarai oleh seorang yang mampu mengendarai mobil dan mobil dapat berjalan sebagaimana yang diharapkan.

Apa maksud dai perumpamaan kedua cerita di atas. Ternyata mobil itu diibaratkan dengn fasilitas sarana dan prasarana sekolah. dan supir itu diibaratkan sebagai seorang kepala Sekolah. Ternyata bukan sekolah yang hebat fasilitas sera lengkap dengan segala peralatan pembelajaran yang dibutuhkan, namun kemampuan pemimpin pembeajaran itu yang sebenarnya diharapkan mampu terus menerus berproses melahirkan inovasi yang mampu menjalakan roda pendidikan tempat lembaga pendidikan itu berada. 

Cerita tersebut apa kaitannya dengan sertifikat. Ternyata saat ini banyak pelatihan dan pendidikan menawarkan berbagai macam pelatihan dan pengembangan keprofesian berkelanjutan kepada seorang guru dan diakhir proses itu diberikan kepada guru tersebut atau peserta pelatihan selembar kertas (jaman dulu), kalau sekarang kertas digital berupa sertifikat yang menuliskan bahwa peserta telah menempuh atau berhasil mengikuti pelatihan A, B dan seterusnya.

Apakah salah pemberian sertifikat tersebut? tentu saja tidak, tapi pertanyaannya harus diajukan adalah apakah peserta tersebut telah mampu melakukan dan mengembangkan hasil pelatihan yang telah diikutinya atau jangan-jangan hanya memperbanyak portofolio yang tidak menunjukkan bahwa ia seorang yang berkompetensi di bidang itu.

Belajar kapan saja dan sepanjang masa terus harus menerus dilakukan. saya jadi ingat sebuah akronim 3M (mulai dari diri sendiri, mulai dari sekarang, dan mulai dari hal yang kecil). Membangun sebuah kebiasaan baru memerlukan waktu. Bahkan ada berbagai macam pendapat untuk proses sebuah kebiasaan baru ada yang berkata 21 hari, 40 hari dan lain-lain. yuk terus berkarya.             

Kamis, 16 Februari 2023

UDL dalam Kerangka Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka


Dalam setting pendidikan inklusif, guru dihadapkan pada keragaman peserta didik baik dalam potensi, tantangan maupun kebutuhannya. Hal ini tentu saja dapat menjadi stimulus yang positif bagi guru untuk terus mengembangkan rencana pembelajaran yang dapat mengakomodasi keberagaman di kelasnya.

Universal Design for Learning (UDL) atau desain universal untuk pembelajaran adalah sebuah kerangka pembelajaran bagi peserta didik dengan kebutuhan belajar yang beragam dan menekankan pada pembejalaran yang fleksibel, bermakna serta keterlibatan. UDL dapat dijadikan sebagai kerangka kerja bagi guru dalam menyusun rencana pembelajaran yang lebih efektif di sekolah penyelenggara pendidikan inklusif (SPPI).

Tahapan untuk dapat secara efektif menerapkan UDL dalam kurikulum Merdeka mencakup:

  1. Mempunyai cukup pengetahuan tentang penerapan UDL. Guru-guru perlu belajar tentang bagaimana menyampaikan informasi dan mengakses siswa dengan berbagai cara. Meskipun teknologi banyak membantu mereka dalam pembelajaran, namun guru perlu memahami bahwa berbagai strategi pembelajaran (misal: memperbanyak kesempatan praktik, memberikan pembelajaran secara eksplisit) dan penyediaan akomodasi (misal: memberi label di kata kunci) dapat menjadikan pembelajaran aksesibel bagi semua siswa. 
  2. Merubah mindset untuk tidak hanya mengandalkan buku. Guru harus menyadari bahwa sumber belajar tersedia di sekolah (misal: media, peralatan untuk eksperimen, software pembelajaran, dukungan teknologi) dan di internet untuk dimanfaatkan. 
  3. Mendesain kurikulum. DI saat guru bersiap untuk menerapkan UDL, mereka harus:
    1. Mereview komponen kurikulum (tujuan pembelajaran, metode pembelajaran, asesmen pembelajaran) untuk mengidentifikasi hambatan belajar. 
    2. Menggunakan prinsip UDL untuk memodifikasi tujuan pembelajaran, metode pembelajaran, asesmen pembelajaran
    3. Mengajarkan sesuai prinsip UDL, mengevaluasi hasil pekerjaan siswa dan merevisi bila perlu. 
  4. Mendapat support dari kepala sekolah. Saat menerapkan UDL di kelas, sangat diperlukan dukungan dari sekolah untuk menunjang kebutuhan antara lain:
    1. Pendanaan untuk peralatan dan materi pembelajaran
    2. Tawaran akses peningkatan profesionalisme mengajar dalam bentuk pelatihan
    3. Membina kolaborasi antar guru kelas dan guru khusus untuk bekerjasama
    4. Memberikan penguatan dan dukungan emosional
  5. Melibatkan dan meningkatkan peran orang tua. Keterlibatan orang tua mempunyai efek positif dalam keberhasilan belajar siswa di sekolah, orang tua dapat mendukung penerapan UDL dalam hal:
    1. Volunteer di kelas 
    2. Mendampingi siswa mengerjakan PR
    3. Mengusung issue penerapan UDL agar didukung komite sekolah. 

Meskipun UDL ditujukan untuk mengakomodir kebutuhan belajar siswa yang beragam di kelas, namun ini bukan satu-satunya cara dalam memenuhi kebutuhan keragaman siswa di kelas. Di beberapa kasus, guru mungkin menemukan penggunaan strategi lain lebih efektif dalam mendukung kebutuhan beberapa siswa. TIdak ada satu pendekatan yang dapat memenuhi kebutuhan semua siswa di kelas. Oleh karena itu berbagai pendekatan pembelajaran perlu diterapkan di kelas.

Rabu, 15 Februari 2023

 

PENDIDIKAN INKLUSI


adakah yang berbeda dari kedua tangga tersebut?, tentunya berbeda tangga yang A tidak ramah untuk penyandang disabilitas sedangkan tangga B sangat ramah untuk penyandang disabilitas. 

Pendidikan saat ini diharapkan ramah terhadap siswa berkebutuhan khusus.


 

Pendidikan Inklusi

Pendidikan inklusi adalah suatu proses dimana lembaga pendidikan dan pendidik terus menerus memperbaiki diri untuk menerima dan merespons keberagaman dari peserta didik, adapun cara yang terbaik adalah untuk menjawab dari inklusi adalah mengenal terlebih dahulu hambatan yang dialami oleh siswa, apakah hambatan tersebut berasal dari dalam, luar atau lingkungan sekolah, kemudian mengenali faktor-faktor yang mendukung hambatan belajar peserta didik serta menganalisis sebuah tindakan atau metode yang kira-kira tepat untuk mengatasi hambatan peserta didik dengan cara yang lebih khusus dibanding peerta didik lainnya, ditujukan untuk mengatasi agar tidak terjadinya putus sekolah dan meningkatkan mutu pendidikan serta mengurangi anggapan buruk bahwa kaum disabilitas tidak mampu segalanya. 

 

Apa yang dapat Anda simpulkan pembelajaran dalam setting pendidikan inklusif?

Identifikasi

Identifikasi diartikan sebagai proses menemukenali peserta didik yang membutuhkan layanan pendidikan yang bersifat khusus.berdasarkan identifikasi pada saat siswa masuk sekolah ataupun pada saat siswa menjalani proses pendidikan.

Asesmen

suatu proses pengumpulan informasi tentang peserta didik secara menyeluruh yang berkenaan dengan kondisi objektif peserta didik termasuk kebutuhan belajar, potensi dan hambatan yang akan digunakan sebagai dasar dalam penentuan layanan dan penyusunan program pembelajaran serta program kebutuhan khusus yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan PDBK

Planning Matrix

planning matrix adalah alat bantu untuk memetakan hasil asesmen ini, Planning matrix dapat dimanfaatkan oleh guru sehingga mendapatkan gambaran utuh

profil PDBK dan kebutuhannya, sehingga perencanaan program pembelajaran (Program Pembelajaran Individual (PPI) dan RPP menjadi lebih efektif

 

Adaptasi

Kurikulum yang digunakan pada sekolah inklusi adalah kurikulum umum (reguler) yang diadaptasi sesuai dengan kemampuan potensi dan karakteristik kebutuhan siswa. Adaptasi diarahkan pada materi, alokasi waktu, proses pembelajaran, penilaian, dan media pembelajaran yang digunakan