Selasa, 29 Oktober 2024

Petualangan inovasi : Ketika guru bukan settingan

 

Sebagai seorang guru, saya selalu berusaha agar menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan menantang bagi siswa-siswa saya. Pengalaman mengajar yang sudah saya lalui semenjak 2003, membuat saya semakin “punya modal” berupa pengalaman untuk terus berinovatif, membangun anak anak generasi muda belajar Ilmu Pengetahuan Alam.

Cerita pengalaman mengajar terus menerus saya tuangkan dalam berbagai karya, laporan, karya tulis dan seminar pelatihan. Saya merasa terpanggil untuk berbagi pengalaman dan metode kreatif, yang sudah dilakukan di kelas, baik kepada rekan rekan sejawat disekolah, dan forum komunitas guru lainnya seperti Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) SMP, yang saya ikuti.

Suatu hari saya mendapatkan informasi dari media sosial, Kemdikbudristek, akan mengadakan ajang lomba menulis karya dan video pembelajaran untuk guru-guru indonesia.

Ketika memutuskan untuk ikut serta, saya merasa sedikit gugup. Bagaimana tidak? menulis tentang inovasi dalam pendidikan bukanlah hal yang sederhana. Namun, semangat untuk berbagi dan keinginan menginspirasi rekan-rekan guru lainnya mengalahkan rasa gugup itu.

Proses menulis pun dimulai. saya mencoba menggambarkan setiap langkah dengan jelas, namun tetap menggunakan bahasa yang santai dan mudah dipahami. saya ingin pembaca merasa seolah-olah mereka sedang mendengarkan cerita seorang teman. Setiap tantangan yang dihadapi oleh siswa, serta solusi kreatif yang mereka temukan, saya ceritakan dengan penuh warna dan detail. Cerita bolak balik mengalami pengeditan, karena apa yang saya tuliskan sampai 12 lembar yang seharusnya hanya 8 lembar saja sebagaimana ketentuan lomba. Wow ternyata sampai 12 lembar ya “kata hati saya”, dan saya putuskan mulai menulis lagi dari pertama. Bingung sih mau nulisnya yang mana karena banyak karya inovatif yang telah saya lakukan, dan pilihan saya tertuju pada aktivitas pembelajaran yang terbaru bersama siswa saya lakukan.

Sebenarnya rasa kurang percaya diri muncul ketika tulisan saya tersebut harus saya tuangkan dalam bentuk video, ini adalah tantangan terberat, dimana beratnya?, he..he.. inilah permasalahannya, saya kurang ahli dalam mengedit video. dengan kamera gawai ang terbatas tidak secanggih kamera mahal. Tapi saya anggap itu tidak masalah yang penting esensi dari video itu dapat, karena yang ingin saya tonjolkan adalah aktivitas pembelajaran dapat, dan memang bukan dibuat hanya untuk ikut lomba saja. Akan tetapi video itu nyata dan memang benar aktivitas keseharian dalam proses belajar mengajar yang kita lakukan di kelas saya. Videokan saja aktivitas pembelajaran di kelas untuk portofolio pribadi, karena memang ini sangat membantu nantinya sebagai bukti pendukung.

Tulisan sudah, video juga sudah, lalu saatnya pengalaman pembelajaran ini, ditularkan kepada rekan rekan lainnya. Akhirnya saya putuskan untuk ke komunitas belajar di MGPMP IPA SMP. Di awal ekspektasi,  apa yang saya lakukan ini, kurang menarik dan terkesan sia-sia saja. Namun, amazing ternyata rekan-rekan guru belum pernah melakukannya. Seperti menemukan harta karun, bahagianya bukan main, langkah demi langkah saya bagikan kepada mereka, dan akhirnya saya minta mereka memerankan simulasi peredaran darah dengan bermain peran, raut muka mereka terlihat sangat bahagia dalam memainkan skenario peran yang telah disusun.  Mujurnya nasib saya, salah seorang rekan lainnya memvideokan aktivitas tersebut dan beliau bertindak sebagai sutradara mengarahkan para guru sebagai pemain skenario untuk disyuting, sempat terjadi beberapa kali pengambilan video, namanya juga bukan pemain film, masih ada kesalahan ya saya biarkan saja video itu tanpa harus dipotong. Ternyata setelah ditonton, eh malah menghibur. Ya karena bukan settingan. Ha..ha..canda saya dalam hati.

Diakhir video saya sisipkan refleksi dari murid dan rekan sejawat, terus terang saja mereka berbicara tidak saya “berikan konsep” dan saya minta refleksi apa yang mereka rasakan dalam pembelajaran yang telah mereka alami. Niat awal dalam mengikuti lomba, saya hanya ingin berbagi tentang pengalaman yang telah saya lakukan selama ini, ya kalaupun diberikan kemenangan, itu bonus dari Allah. Menang kalah saya anggap biasa aja.

Perpanjangan waktu yang diberikan panitia bagai hujan yang membasahi bumi setelah sekian lama panasnya kemarau. Terakhir tinggal unggah beserta administrasi lainnya dan tidak ditemuan perbaikan, tipsnya ya ikuti saja juknis  lomba. Tidak lupa karya tulis ini, saya bagikan dalam blog pribadi saya dan videonya, saya sematkan di channel youtube saya, karena memang media ini, tempat saya berbagi kepada dunia luar. Berikut saya bagikan link blog dan youtube saya, mana tau ada yang mau kasi hadiah. Canda boleh dong.

https://edusmartsains.blogspot.com/

https://www.youtube.com/@muhammadshaleh3080

Pengalaman mengikuti ajang menulis ini, tidak hanya memberi saya kesempatan untuk berbagi, tapi juga merefleksikan perjalanan sebagai guru. Saya semakin sadar betapa pentingnya terus berinovasi dan menciptakan karya bermakna bagi siswa. Teruslah berinovasi, karya, karya dan karya, karena guru memang merupakan profesi mulia, menuntut dedikasi dan semangat berinovasi terus menerus tanpa henti. Setiap tulisan tersirat pesan ilmu, jadikan semangat menulis terus membara dalam jiwa dirimu.


Senin, 07 Oktober 2024

SIMULASI PEREDARAN DARAH

 

SIMULASI PEREDARAN DARAH

 

Bagaimana mengajarkan kepada siswa akan tugas darah yang begitu berat untuk bekerja pada tubuh terutama dalam membawa oksigen guna beredar keseluruh tubuh melalui paru-paru dan membawa gas sisa di dalam tubuh yaitu karbondioksida hasil metabolisme sel untuk dikeluarkan melalui paru-paru.

Tanpa harus menjawab terlalu panjang dan sistematis, dan rasanya tidak mungkin bila hanya selalu menggunakan cara ceramah dan menggambar peredaran darah, kurang menantang rasanya. Maka saya memberanikan diri untuk menerapkan pembelajaran dengan aktivitas simulasi.

Bagaimana melakukannya?

Langkah yang pertama anda perlu menggambarkan bagian jantung dan jalur pembuluh darah. Mengapahal ini perlu dilakukan pada tahap pertama. Karena tahap ini adalah hal yang terpenting untuk siswa ketahui nantinya darah akan mengalir dari mana ke mana dalam mengangkut oksigen dan karbondioksida.




Setelah menggambarkan jalur ini, kemudian bagikan urutan 1 s.d  9  dan masing-masing urutan mendapat tugas sebagai berikut :

No Urut

Siswa bertugas sebagai

1

Darah

2

Oksigen

3

Karbondioksida

4

Serambi Kanan

5

Bilik Kanan

6

Serambi Kiri

7

Bilik Kiri

8

Seluruh Tubuh

9

Paru-Paru

 

Bila anda tidak suka urutan tersebut maka urutan tersebut tidak harus dipatokkan namun dibutuhkan 9 siswa untuk memerankan masing-masing tugas tersebut.

Setelah itu siswa mulai bertugas memerankannya tugas masing-masing dan siswa yang bertugas sebagai darah, oksigen, dan karbondioksida adalah siswa paling banyak mendapat tugas untuk bergerak ke semua bagan tubuh.

Perlu diingat bahwa tugas ini  harus diperankan secara berulang-ulang, karena menurut para ahli berpendapat bahwa “ belajar adalah melatih daya –daya yang ada pada manusia yang terdiri atas daya mengamat, menanggap,mengingat, mengkhayal, merasakan dan berpikir. Dengan mengadakan pengulangan maka akan melatih daya-daya tersebut.

Setelah siswa berperan melakukan simulasi, ajak siswa untuk menuliskan kembali pengalaman belajar yang telah mereka peroleh melalui tulisan peredaran darah dalam mengangkut oksigen dan karbondioksida. Agar simulasi lebih maksimal maka bentuk 2 kelompok atau lebih, sehingga simulasi pertama dimainkan oleh kelompok pertama kemudian dilanjutkan simulasi yang sama oleh kelompok kedua, dan begitu seterusnya. Semakin banyak simulasi yang diulang atau diperankan maka belajar siswa akan lebih maksimal.

Baik selamat mencoba.


 


Selasa, 05 Desember 2023

Digitalisasi

Digital merupakan sebuah kata yang tidak asing lagi dengan kita saat ini, betapa banyak kata digital sering kita temui ditengah zaman media sosial saat ini. Bahkan kita sebagai manusia telah beralih dari yang awalnya serba harus portofolio dengan dokumen yang seabrek abrek namun saat ini semua data disimpan dalam bentuk digital dan data tersebut dapat sewaktu waktu diakses kapan dan dimana saja. banyak kemudahan yang diperoleh semenjak adanya digitalisasi data. Bahkan pelayanan masyarakat saat ini sudah mulai beralih dari proses manual menjadi digital. 

Lalu apa dampak negatifnya bagi kehidupan kita terkait data digitalisasi saat ini, tentu kemampuan saya menganalisa kelemahan atau kekurangan terkait tentang digitalisasi mungkin sangat minim sekali, mungin hanya 2 yaitu 1. kerahasiaan data atau privasi data tidak kita miliki lagi, secara sukarela kita memberikan data yang ingin kita digitalkan atau diupload dalam cloud, sehingga bisa jadi adanya indikasi kebocoran data akan tersebar di mana-mana sehingga dengan gambang pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab dapat memanfaatkan data kita menjadi source yang mudah diambil atau disalahgunakan.

Adapun kelemahan yang kedua adalah kita harus menyediakan tempat, dan alokasi dana khusus untuk mempersiapkan keamanan yang lebih untuk menjaga data kita. walaupun saat ini penyedia layanan gratis untuk penyimpanan data namun mereka membatasi jumlah data yang mampu disimpan dan keamanan belum sepenuhnya terjamin, karena ada sejumlah kasus peretasan data yang terjadi.

Prospek usaha penyimpanan data secara berbayar tentunya menjadi usaha yang menjanjikan di masa mendatang, dan tentu usaha ini memerlukan investasi yang membutuhkan biaya yang sangat besar. dan saya mendambakan bahwa data penduduk Indonesia dapat dikelola oleh bangsa kita sendiri dan tidak lagi perlu pengelola data pihak asing atau bangsa luar. karena dapat dipastikan dimasa mendatang adalah negara yang kuat adalah negara yang memiliki sumber data yang kuat dan hebat.