Sebagai seorang guru, saya selalu
berusaha agar menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan menantang bagi
siswa-siswa saya. Pengalaman mengajar yang sudah saya lalui semenjak 2003,
membuat saya semakin “punya modal” berupa pengalaman untuk terus berinovatif,
membangun anak anak generasi muda belajar Ilmu Pengetahuan Alam.
Cerita pengalaman mengajar terus menerus
saya tuangkan dalam berbagai karya, laporan, karya tulis dan seminar pelatihan.
Saya merasa terpanggil untuk berbagi pengalaman dan metode kreatif, yang sudah
dilakukan di kelas, baik kepada rekan rekan sejawat disekolah, dan forum
komunitas guru lainnya seperti Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) SMP, yang
saya ikuti.
Suatu hari saya mendapatkan informasi
dari media sosial, Kemdikbudristek, akan mengadakan ajang lomba menulis karya
dan video pembelajaran untuk guru-guru indonesia.
Ketika memutuskan untuk ikut serta, saya
merasa sedikit gugup. Bagaimana tidak? menulis tentang inovasi dalam pendidikan
bukanlah hal yang sederhana. Namun, semangat untuk berbagi dan keinginan
menginspirasi rekan-rekan guru lainnya mengalahkan rasa gugup itu.
Proses menulis pun dimulai. saya mencoba
menggambarkan setiap langkah dengan jelas, namun tetap menggunakan bahasa yang
santai dan mudah dipahami. saya ingin pembaca merasa seolah-olah mereka sedang
mendengarkan cerita seorang teman. Setiap tantangan yang dihadapi oleh siswa,
serta solusi kreatif yang mereka temukan, saya ceritakan dengan penuh warna dan
detail. Cerita bolak balik mengalami pengeditan, karena apa yang saya tuliskan sampai
12 lembar yang seharusnya hanya 8 lembar saja sebagaimana ketentuan lomba. Wow ternyata
sampai 12 lembar ya “kata hati saya”, dan saya putuskan mulai menulis lagi dari
pertama. Bingung sih mau nulisnya yang mana karena banyak karya inovatif yang
telah saya lakukan, dan pilihan saya tertuju pada aktivitas pembelajaran yang
terbaru bersama siswa saya lakukan.
Sebenarnya rasa kurang percaya diri muncul ketika tulisan saya tersebut harus saya tuangkan dalam bentuk video, ini adalah tantangan terberat, dimana beratnya?, he..he.. inilah permasalahannya, saya kurang ahli dalam mengedit video. dengan kamera gawai ang terbatas tidak secanggih kamera mahal. Tapi saya anggap itu tidak masalah yang penting esensi dari video itu dapat, karena yang ingin saya tonjolkan adalah aktivitas pembelajaran dapat, dan memang bukan dibuat hanya untuk ikut lomba saja. Akan tetapi video itu nyata dan memang benar aktivitas keseharian dalam proses belajar mengajar yang kita lakukan di kelas saya. Videokan saja aktivitas pembelajaran di kelas untuk portofolio pribadi, karena memang ini sangat membantu nantinya sebagai bukti pendukung.
Tulisan sudah, video juga sudah, lalu
saatnya pengalaman pembelajaran ini, ditularkan kepada rekan rekan lainnya. Akhirnya
saya putuskan untuk ke komunitas belajar di MGPMP IPA SMP. Di awal ekspektasi, apa yang saya lakukan ini, kurang menarik dan
terkesan sia-sia saja. Namun, amazing
ternyata rekan-rekan guru belum pernah melakukannya. Seperti menemukan harta
karun, bahagianya bukan main, langkah demi langkah saya bagikan kepada mereka,
dan akhirnya saya minta mereka memerankan simulasi peredaran darah dengan
bermain peran, raut muka mereka terlihat sangat bahagia dalam memainkan
skenario peran yang telah disusun. Mujurnya
nasib saya, salah seorang rekan lainnya memvideokan aktivitas tersebut dan
beliau bertindak sebagai sutradara mengarahkan para guru sebagai pemain skenario
untuk disyuting, sempat terjadi beberapa kali pengambilan video, namanya juga
bukan pemain film, masih ada kesalahan ya saya biarkan saja video itu tanpa
harus dipotong. Ternyata setelah ditonton, eh malah menghibur. Ya karena bukan
settingan. Ha..ha..canda saya dalam hati.
Diakhir video saya sisipkan refleksi dari murid dan rekan sejawat, terus terang saja mereka berbicara tidak saya “berikan konsep” dan saya minta refleksi apa yang mereka rasakan dalam pembelajaran yang telah mereka alami. Niat awal dalam mengikuti lomba, saya hanya ingin berbagi tentang pengalaman yang telah saya lakukan selama ini, ya kalaupun diberikan kemenangan, itu bonus dari Allah. Menang kalah saya anggap biasa aja.
Perpanjangan waktu yang diberikan
panitia bagai hujan yang membasahi bumi setelah sekian lama panasnya kemarau. Terakhir
tinggal unggah beserta administrasi lainnya dan tidak ditemuan perbaikan, tipsnya
ya ikuti saja juknis lomba. Tidak lupa
karya tulis ini, saya bagikan dalam blog pribadi saya dan videonya, saya sematkan
di channel youtube saya, karena memang media ini, tempat saya berbagi kepada
dunia luar. Berikut saya bagikan link blog dan youtube saya, mana tau ada yang
mau kasi hadiah. Canda boleh dong.
https://edusmartsains.blogspot.com/
https://www.youtube.com/@muhammadshaleh3080
Pengalaman mengikuti ajang menulis ini,
tidak hanya memberi saya kesempatan untuk berbagi, tapi juga merefleksikan
perjalanan sebagai guru. Saya semakin sadar betapa pentingnya terus berinovasi
dan menciptakan karya bermakna bagi siswa. Teruslah berinovasi, karya, karya
dan karya, karena guru memang merupakan profesi mulia, menuntut dedikasi dan
semangat berinovasi terus menerus tanpa henti. Setiap tulisan tersirat pesan
ilmu, jadikan semangat menulis terus membara dalam jiwa dirimu.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar